Motor Kopling

“Mau belajar naik motor?”, tanya sahabat hati. “an kan sampun bisa naik motor”, jawabku. “Motor ini”, jawabnya singkat dalam perjalanan pulang dari makan bareng ^_^. lama kupikir jawabannya untuk memutuskan. “Mau, tapi diajari teorinya dulu njih”, kami berhenti di pinggir jalan lalu ia menjelaskan teorinya yang Subhanalloh, perpaduan antara otak kanan dan otak kiri. Alkhamdulillah sampai rumah walau hati masih berdegup kencang karena beberapa peristiwa yang terjadi selama mengendarai motor kopling untuk yang pertama.

Dan, pengalaman yang sebenarnyapun dimulai,. Ahad, 17 Februari 2013 perjalanan pulang dari kampus UST yang ternyata libur semester sampai bulan Maret. “Kita ke Sambirejo ambil motor ya, nanti njenengan yang bawa pulang motor ini dan an pakai motor yang di Sambirejo.”, ungkap sahabat hati yang membuatku berfikir sejenak. “Njih,.”, jawabku pelan. “Sekarang njenengan yang di depan, sekalian latihan lagi”, pintanya. “Njih”, perjalanan menuju Sambirejo lewat kota dangan motor kopling dan didampingi sahabat hati di jok belakang.

Motor tlah dicuci, selesai makan bareng dengan keluarga di Sambirejo dan sholat dzuhur, kamipun beranjak pulang. Hufp, berdebar, malu dan takut jadi satu tapi starter motor tlah kunyalakan. Dan,…… ujian pertama mengendarai motor adalah saat menuju jalan raya, hohoho… berhasil dan lega hati.

Next, lampu merah????? Alhkamdulillah berhasil walau masih kurang sempurna. Ini lampu merah yang kedua, tin…tin…tin… bunyi klakson beberapa kali dan akhirnya ada teriakan “Woi!!!”. Hiks,… baru lampu hijau ketiga motor yang kukendarai bisa melaju,.. Pandangan jengkel dan marah tertuju padaku dari banyak pengendara,. Beberapa lampu merah selanjutnya terlewati dengan cukup baik,..

Dan sesampai di rumah….. “Hahahaha… “, sahabat hati tertawa lama dan menyampaikan beberapa hal yang ia anggap lucu ketika ku mengendarai motor. Malu dan akhirnya menangislah,. Yang berakhir dengan damai rasa berdebar campur malu,bersalah dan jengkel dengan senyuman bersama ^_^