Pertemuan itu di “Bus”

Sahabat, berikut adalah suatu kisah yang telah lalu tentang suatu perjalanan. Perjalanan yang mempertemukan dua insan yang tiada pernah terduga, suatu larangan yang akhirnya berdampingan.

Malam itu, hp berbunyi menandakan sebuah pesan masuk,. Pesan duka, tentang meninggalnya sahabat Nuki Hanggara. Pagipun tiba, dan segera bergegas menuju gedung KPLT berkumpul untuk takziah ke rumah beliau di Wonogiri. Suasana duka menyelimuti perjalanan, tak ada energi untuk berkata tentang beliau,. Banyak cerita yang dilalui bersama,. Akupun menaiki salah satu bus bersama sahabat yang lain,.

Perjalananpun dimulai, alamat yang masih diikhtiarkan, dan bersegera mengejar waktu agar tak tertinggal prosesi pemakaman. Dan kisah inipun dimulai,.

Bus berhenti menghampiri sahabat yang menungu di jalan karena searah dengan tujuan. Sesosok itu memakai jaket yang tidak asing. Melihat jaket yang dikenakan, hati berkata “Dulu aktivis BEM REMA ya? hehehe….”. Tapi ada sebersit kasihan pada sosok itu karena tidak kebagian tempat duduk. Hati berkata “Haduh, akukan baru duduk sendiri, bagaimana ini”,. dan tangankupun beraksi, tas yang semula berada dipangkuankupun kuletakkan di sampingku agar sosok itu tidak duduk di sampingku. Sosok itu yang semula mau dudukpun mengurungkan niatnya,. Alkhamdulillah ada yang bertukar tempat duduk, dia dapat duduk di sebelah sahabatnya dan yang semula duduk dibelakang duduk disampingku, tentunya yang duduk di sampingku adalah seorang wanita. Perjalananpun terus berlanjut,..

Kawan, cerita tentang perjalanan itu amat unik bagiku karena ku tak mampu mengingati wajahnya, namun ternyata sesosok itu kini berada disampingku,. Ya, dialah suamiku bernama Ardi Mintono. Ketika kami berdua berbincang dan sampai pada kisah itu kami tertawa bersama,. Tiada pernah terduga bahwa ternyata kita pernah bertemu namun kami sama-sama tidak dapat mengingati wajah masing-masing. Dan tentu, kami punya kesan masing-masing,. Dan kesannya kepadaku adalah aku sesosok akhwat yang agak “ekstrim”. Tapi kini, akhwat yang ekstrim itu menjadi istrinya, xixixixi😀

Ya, dulu dia adalah sesosok pemuda yang kularang duduk di sampingku namun Takdir Alloh telah mengizinkan dia kini berada di sampingku dan menemani perjalananku insyaAlloh sampai kesurga-NYA nanti,aamiin,.

Sahabat, rencana dan takdir Alloh azza wa jalla itu teramat indah ^_^