Jangan Ambil Penglihatanku

berulang ku memasuki ruang yang tidak kusuka,

berulang ku minum apa yang tidak kusuka,

berulang tubuh ini dialiri listrik dan aku tidak suka,

dan kini, tibalah apa yang tidak suka memberikan ujian untukku kembali,

ya, mungkin ini gilirannya,.

setelah paru-paru, kaki, telinga, kepala, perut,  dan seterusnya,..

kini tibalah giliran mataku,

ya, ku yang tidak mengenali tubuhku,..

apa yang tadinya kuanggap sepele ternyata amat indah,.

“Anda minum obat apa? Kedua pupil bola mata Anda tidak dapat mengecil. Itulah yang membuat Anda semakin rabun melihat. Mata Anda sebelah kiri yang sudah agak parah.” begitulah yang kudengar hari ini,..

Tersenyum dan kuambil surat rujukan itu untuk ditindaklanjuti ke rumah sakit,. dan pergi nggak ya???

dan kuteringat sebuah nasyid lama berjudul “jangan ambil penglihatanku”,..

dan yang paling berat dalam hidup adalah amanah dariNYA,

semua ini amanah dan akan ada petanggungjawabannya kelak,

semua ini semakin indah, Alhamdulillah ya Robb,

ya Lathif,.. lembutkan sekeping hati ini untuk mensyukuri segala nikmat yang Engkau beri,..