Rezeki paling Berharga

Sahabat, tentu kita pernah mendengar nasehat agar kita menjemput rezeki di pagi hari,.. dan ini benar lho… Kebahagiaan ibu adalah rezeki yang paling berharga dan itu harus kita ikhtiarkan untuk mendapatkannya,. di bawah ini adalah sedikit tips untuk sahabat muslimah agar kita mampu mendapatkan rezeki tersebut :

Untuk sahabat yang tinggal bersama ibu :

Kita harus bangun sebelum ibu bangun, mengerjakan apa yang biasa ibu kerjakan selain tentunya mengerjakan kewajiban kita,. Misalnya, setelah sholat malam dan tilawah, persiapkan untuk aktifitas sahabat selama sehari,. setelah itu, bisa cuci peralatan dapur atau mencucikan baju ibu, bisa juga mensetrikakan baju ibu jika tidak ada pakaian kotor,. bisa menyapu rumah, pekarangan, lalu menyiapkan sarapan. ajak ibu sholat berjamaah dan sarapan bersama, dengarkan harapan ibu untuk aktifitas kita sehari itu. Ibu biasanya akan memberikan nasihat yang luar biasa lho di kedua waktu itu, dan itu bisa menjadi energi semangat yang tak tergantikan,.. Nah, ketika ditanya kapan olahraga/riyadhoh, maka niatkan salah satu aktifitas kita tadi sebagai riyadhoh kita. ^^
intinya adalah membuat ibu tersenyum bahagia dengan keberadaan kita,. Terkadang, tunjukkan pula sedikit sikap manja kita kepada beliau, tapi jangan sering-sering,. sikap manja kita yang tidak terlalu sering dapat menimbulkan rasa rindu ibu kepada kita walau setiap hari bertemu ^^

Untuk sahabat yang tidak tinggal bersama ibu :

jadilah orang pertama yang menyapa ibu di pagi hari, bisa telepon atau sms untuk membangunkan beliau. Jangan sampai rasa khawatir ibu muncul, jadi sempatkanlah minimal 3 hari sekali menyampaikan kabar ke ibu. Ibu juga biasanya akan khawatir dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab kita, misal kuliah atau pekerjaan kita. jadi, kita punya kewajiban untuk menyampaikan kabar bahagia, apapun itu minimal seminggu sekali. selain menumbuhkan rasa tenang dan bahagia pada ibu, itu juga bisa mengalirkan energi positif bagi kita,. Tanyakan kabar dan tunjukkan perhatian kita pada beliau,.. dan, sesekali bermanjalah pada beliau.

Sahabat, dengan seiring berjalannya waktu, jangan sampai ibu tetap terlalu mengkhawatirkan kita. kita secara perlahan harus menunjukkan dan membuktikan bahwa kitapun berproses menjadi dewasa,. Dengan demikian, ibu tidak akan sungkan untuk berbagi permasalahan dan beban hidup beliau kepada kita.

Waktu kecil kita menjadi anak kecil yang menuntut perhatian dan kasih sayang beliau,. Ketika beranjak remaja, kita akan menjadi kekasih yang selalu ibu rindukan dan khawatirkan,. beranjak dewasa, kita akan menjadi sahabat bagi beliau,. Ketika dewasa dan menua, kitalah yang harus memerankan peran ibu bagi beliau,..

Sahabatku muslimah, ini hanyalah pesan sederhana yang semoga bisa memberikan motivasi agar kita senantiasa berusaha menjadi anak yang berbakti/birul walidain.

—BERSAMBUNG—