Berbagi part 4

SARANA TARBIYAH

Sarana tarbiyah adalah program atau bentuk acara yang dijadikan media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. Sebagai sarana utama dalam tarbiyah adalah Halaqah. Sedangkan sarana tambahannya berupa mabit/jalasah ruhiyah/lailatul katibah, tatsqif, rihlah, mukhayyam, dauroh, seminar, ta’lim dan penugasan.

Masing-masing sarana memerlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan peserta dan sasaran yang ingin dicapai pada tiap-tiap marhalah. Pelibatan seluruh peserta dalam pencapaian sasaran akan mempercepat pencapaiannya. Setiap sarana memiliki kekhasan masing-masing sehingga para murobbi perlu cermat untuk memadukan ke seluruhan sarana yang ada.

a.      Halaqoh

  • Halaqoh adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. Jumlah normal satu halaqoh maksimal 12 orang. Murobbi diperkenankan paling banyak mentarbiyah 3 halaqah. Bagi halaqoh akhwat dengan peserta kaum ibu perlu dipertimbangkan masalah jumlah. Biasanya kehadiran para ibu disertai dengan putra-putrinya yang masih kecil. Murobbi, bekerjasama dengan para suami, perlu membuat sistem taawun yang dapat membantu para ibu mengembangkan potensi dirinya secara proporsional.
  • Pengelolaan halaqoh bagi marhalah pemula dan muda bertumpu pada murobbi. Tetapi dalam pelaksanaannya murobbi dapat melibatkan seluruh peserta memilih program-program yang dianggap dapat mewujudnya tercapainya muwashaffat marhalah tersebut. Murobbi dapat menugaskan salah seorang peserta untuk menjadi koordinator, mengatur alur informasi sesama peserta. Menunjuk peserta lain yang bertugas mencatat absensi dan notulensi pertemuan, serta peserta lain sebagai bendahara. Dapat pula ditambah beberapa penanggung jawab program yang telah disepakati. Absensi dan notulensi dapat digunakan untuk pengecekan silang terhadap catatan murobbi dalam proses takwim.
  • Baramij adalah acara yang mesti diikuti dalam melaksanakan halaqah dengan tertib, sehingga terealisir ahdaf halaqah. Baramij dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan
  • Talaqqi madah tidak berarti harus selalu satu arah dan berbentuk skematik, tetapi bisa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu  penjelasan sasaran materi, pelibatan peserta, ceramah atau dialog. Berikut ini contoh talaqqi untuk madah Birrul Walidain (1B081):
  • Peserta diminta untuk mengingat syair yang dirasa paling tepat untuk menggambarkan perasaannya terhadap orang tua. Misalnya:kasih ibu.. kepada beta…tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali.. bagai sang surya menyinari dunia (diambil dari syair lagu anak-anak)
  • Dilakukan dialog tentang alasan pemilihan syair tersebut
  • Penjelasan materi
  • Diskusi dengan melibatkan perasaan peserta.

b.      Tarbiyah Fardiyah

Dilakukan bagi peserta yang karena satu dan lain hal tidak dapat bergabung dengan peserta lain dalam halaqoh. Tarbiyah Fardiyah hanya berlaku bagi marhalah tamhidi dan muayyid. Seorang murobbi paling banyak melakukan tarbiyah fardiyah pada 3 orang.

c.      Mabit/Lailatul Katibah & Jalsah Ruhiyah

Dilakukan dengan prioritas bagi tarbiyah ruhiyah setiap peserta dengan acara menginap bersama, kecuali untuk akhwat. Program yang dijalankan adalah menghidupkan malam dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah swt. dan meningkatkan upaya meneladani dan mencintai Rasulullah Saw, mengeratkan ukhuwwah, meningkatkan akhlaq rabbaniyah dan menambah bekalan da’wah.

d.      Tarbiyah Tsaqofiyah (tatsqif)

Tatsqif adalah proses pembentukan syakhsiyah Islamiyah mutakamilah yang bersifat ilzami melalui melalui pembekalan ‘ulum Islamiyah kepada peserta. Selain kehadiran dan talaqqi, partisipasi aktif peserta sangat menunjang  peningkatan pemahaman. Mengkaji maraji’ yang disarankan, mendiskusikan hal-hal praktis yang berkaitan dengan madah yang disampaikan dapat menjadikannya sebagai ilmu yang terinternalisasi bagi peserta.

e.      Dauroh/Kursus

Dauroh adalah forum khusus untuk mempelajari keahlian atau ketrampilan tertentu. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentu dan dilaksanakan dalam waktu yang relatif lama. Sebelum mengikuti dauroh ini sebaiknya diberi pemahaman akan pentingnya keterlibatan dalam dauroh ini. Juga sangat baik bila peserta yang merasakan sendiri kebutuhan akan keahlian tertentu sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan ketrampilannya.

f.        Rihlah

Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersifat tarbawi, manhaji dan tanzimi dengan kegiatan yang disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi, fikri dan jasadi serta penguatan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. Rihlah diikuti keluarga masing-masing peserta, dilaksanakan minimal satu tahun sekali dan mengutamakan kesempatan rekreasi bagi ummahat.

g.      Mukhayyam

Mukhayyam adalah sarana penghimpunan, pelatihan dan pengarahan peserta dalam rangka menerapkan nilai Islam pada aktifitas kehidupannya.

Anasir Acara yang diselenggarakan terdiri atas unsur riyadhi, askari, ruhi dan fikri.

h.      Ta’lim

Ta’lim adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqofiyah  sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta’lim

Sumber : http://haroqi.multiply.com/journal/item/517/MENGENAL_SARANA_YANG_BISA_DIGUNAKAN_DALAM_TARBIYAH