Tahajud Pertamaku

Sosok luar  biasa yang masih terngiang hingga kini, walau wajahnya tak mampu kuingat kembali. Pertemuan pertama dan terakhir namun terkenang selama hidup. Sosok yang sederhana dan hangat, malam itu membangunkanku yang masih kelas nol bersar “TK tahun ke-2” di malam gelap. Diajaknya ku menuju kamar mandi yang dingiiiinnn airnya. Ternyata beliau telah menyiapkan air hangat di dalam cerek untukku ^_^. Pertama kali ku berwudlu sendiri, walau ku bertanya sholat apa ya kok masih gelap??!  Walau berjalan dan sholat dalam posisi mata terpejam namun tidak tidur *karena menahan kantuk, anak kecil ^^, usai sudah dua rekaat kulakukan. Trus ku diajari do’a yang indah *walau saat itu baru bilang aamiin saja ^^. Ku berdiri dan berlari menuju kasur yang sedari awal menggodaku. Tapi ku dipanggilnya kembali dan beliau menyampaikan yang intinya jangan tidur kembali, nanti bisa ketinggalan sholat subuh *kalimat beliau tak mampu kuingat. Lalu diambilkannya segelas air putih hangat untukku. Tapi kenapa minuman kami berbeda? Tak setengah air dalam gelas itu kuhabiskan, namun beliau telah menghabiskan banyak cangkir teh hangat. Setelah itu ku tidak tau apa yang terjadi sampai ku terbangun sudah di tempat tidurku lagi.

Tahajud pertama yang berkesan, karena yang mengajariku dan menjadi imamku adalah nenekku @_@

Sejak Ramadhan 3 tahun yang lalu ku punya mimpi untuk dapat ziarah ke makam beliau, namun belum berkesempatan. Ketika kuhabiskan 3 pekan ramadhanku di rumah sakit 4 tahun yang lalu, sungguh yang kuingat hanyalah beliau yang hangat menemaniku dalam keterjagaan di sepertiga malam. Ku sangat merindukannya, nenekku tersayang dan ku yakin Alloh yang Maha Rahman pun sayang padamu. Yang engkau ajarkan kepadaku adalah ketaatan kepada-NYA, ketulusan, kesederhanaan, kebersihan, kerapian, dan kedisiplinan pada diri sendiri. Ku merindumu dalam setiap sujud malamku, i love you @_@