Dia Mempesona

Kau yang mempesona hatiku, inginku menuliskan riwayatmu dalam sebuah buku. Namun apa daya, tak mampu ku menguraikannya dalam kata yang lebih bermakna. Dalam hidupmu, kau tak pernah bersua dengan ayahmu. Bahkan bertemu dengan ibundamupun tak lebih dari 3 kali. Engkau dibesarkan di keluarga yang keras terhadap dirimu. Beban berat telah engkau pikul di atas pundakmu yang kecil.

Kesederhanaanmu telah mengikat hati suamimu. Pernikahanmu pun tak mendapatkan restu. Namun keteguhanmu mampu meyakinkan mereka. Di hari bahagiamu, engkau masih belum tahu siapa orangtuamu yang sebenarnya. Perjuangan hidup terus engkau tempuh sampai anak pertemamu duduk di kelas 2 SMP. Di kala itu, engkau mendapatkan kabar akan kematian ibundamu yang sesungguhnya. Kenyataan hiduppun tak mengijinkanmu bersua dengannya untuk yang terakhir kali. Engkau hanya mampu bertemu kedua orangtuamu di pusara terakhir mereka.

Perjuangan hidupmu telah mengajarkanku banyak hal. Senyumanmu meneguhkan hati untuk terus melanjutkan hidup. Dikala suamimu mulai tak jujur padamu, engkau justru memberikan kepercayaan yang jauh lebih besar dari sebelumnya kepadanya.

Engkau sungguh mempesona hatiku. Engkau adalah segalanya bagiku. Engkaulah IBUKU…. I LOVE YOU tuk selamanya…. ^_^