3 Pilar Keimanan Berpadu dengan Keikhlasan

Bermula dari keimanan yang dimiliki oleh seluruh umat muslim, kemudian tumbuh menjadi jiwa shodiq(sebenar-benarnya iman) bagi para yang mengusahakannya. Lantas, bagaimana cara memiliki jiwa shodiq?

Semua telah Alloh terangkan secara pasti dalah Qur’an surat Al Hujurat ayat yang ke 15 :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Alloh dan RasulNya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Alloh. Mereka itulah orang-orang yang benar”.

Dari ayat tersebut minimal ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu;

  • Beriman kepada Alloh dan RasulNya (tentunya dengan segala konsekwensi keimanan). Keimanan merupakan mutiara dari mutiara. Mutiara manusia adalah hati, dan mutiara hati inilah keimanan.
  • Tidak ragu-ragu, yang memiliki sinonim teguh/istiqomah. Keteguhan tidak dapat kita miliki dengan serta-merta, keteguhan hanya bisa kita miliki dengan usaha. Kita bukan malaikat yang keimananya bersifat konstan/tetap, kita memiliki fitrah nafsu. Nafsu inilah bisa menjadi teman atau musuh delam keteguhan jiwa kita. Keteguhan memerlukan pembuktian dalam waktu yang panjang.
  • Berjihad dengan harta dan jiwa di jalan Alloh. Jihad ada 3 jenis, dan yang termaktub di ayat tersebut adalah jihad ‘amm yang sangat mungkin kita lakukan di masa sekarang dengan lingkungan kita sekarang pula. Jihad ‘amm membutuhkan kecerdasan segala aspek, kecerdasan yang dibungkus dalam kesantunan jiwa yang memilikinya.

Sahabat, ke-3  pilar itu didirikan diatas jiwa yang ikhlas. Karena tanpa keikhlasan, semua akan sia-sia. Keikhlasan sangat dekat dengan kejujuran, tidak sekedar jujur dalam perkataan dan perbuatan. Tetapi lebih dekat ke hati, jujur pada diri sendiri dan yang terpenting adalah jujur kepada Alloh SWT.

Semoga kita semua senantiasa dikaruniai kekuatan untuk mampu melakukannya. amin

selamat berjuang sahabat…. ^^