Indahnya Persaudaraan

Persaudaraan adalah pertautan hati dan jiwa dalam ikatan aqidah. Orang tua, keluarga, tak sekedar saudara karena ikatan darah dan keturunan. Kita dan mereka adalah saudara seiman yang memiliki hak dan kewajiban seorang muslim.

Cucu Nabi, Hasan bertkata, “Saudara – saudara kami lebih kami cintai daripada keluarga dan anak – anak kami karena keluarga kami mengingatkan akan urusan dunia, sedangkan saudara – saudara kami mengingatkan akan urusan akhirat.”

Janganlah kita mencintai saudara ataupun keluarga karena duniawi, apalagi hanya sebatas balas budi. Cintai saudara karena Alloh semata, seperti sabda Kekasih-Nya(Rasulullah SAW) tentang 70 golongan orang yang mendapatkan naungan Alloh pada hari kiamat. “Diantaranya dua orang yang saling mencintai karena Alloh, mereka bersatu atas nama-Nya dan berpisah atas nama-Nya”. Perasaan tulus sesama saudara ini akan terus berlanjut bahkan setelah meninggal. Bahkan dalam hadis qudsi yang lain Alloh berfirman, Orang – orang yang saling menyayangi atas nama keagungan-Ku, balasan bagi mereka adalah singgasana dari cahaya yang para nabi dan syuhada merasa iri kepada mereka. (HR Tirmidzi)

Sudahkah kita bersaudara dengan sebenar – benar saudara? Sudahkah kita peka akan Saudara kita? Rasulullah SAW bersabda, Perumpamaan dua orang yang bersaudara adalah seperti kedua tangan, yang satu membasuh yang lainnya.

Persamaan dalam masalah ini terbagi kedalam 3 tingkat :

1. Memenuhi kebutuhan saudara dengan kelebihan dan harta yang dimiliki.

2. Memosisikan sama dengan posisi diri sendiri dan merasa Ridho dengan keterlibatannya bersama kita.

3. Tingkat paling tinggi, itsar, tingkatan yang tidak dapat dicapai kecuali dengan ketaatan dan keikhlasan hanya karena Alloh.

Ingat, saudara adalah ikatan hati karena Aqidah bukan yang lain.

Persaudaraan itu indah dan menyelamatkan dengan nasihat. Mari saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. ^_^